Recent Updates Page 2 RSS Hide threads | Keyboard Shortcuts

  • Benarkah emansipasi kerja baik buat lelaki dan perempuan 

    Hermawan Kurnianto 6:23 pm on 1,November, 2007 Permalink | Reply

    Apa itu emansipasi kerja……….!!!!!

    wanita tetap wanita, kadang pikiran ini juga muncul dari dalam pikiran kita, kenapa dalam penerimaan kerja wanita sekarang lebih diunggulkan dari pada pria, ataukah hanya sebagai penarik perhatian saja, ataukah memang dunia sudah mau kiamat hingga banyak wanita dari pada prianya. tapi apa waktu kerja, mereka toh juga lebih di istimewakan dari pada pria. apakah ini yang disebut emansipasi, ataukah hanya sang pemihak aja yang kurang mengerti apa itu emansipasi…………….

    gak taulah pusing kalo ada komentar ya silahkan masuk saja… monggo mlebet ten mriki

     
  • new for my …… yie 

    Hermawan Kurnianto 6:06 pm on 1,November, 2007 Permalink | Reply

     
  • cukupkah seorang aku untukmu……. 

    Hermawan Kurnianto 6:04 pm on 1,November, 2007 Permalink | Reply

    wanita sepertimu apakah tidak ingin mendapatkan seorang laki laki yang lebih baik dari aku…? terlalu banyak salahku terhadap kamu, aku yang selalu ingin menang sendiri dan menganggap kamu dengan segudang kesalahan, namun kini patutkah aku menyesal setelah semua ini terjadi, adakah waktu yang jelas buatku untuk berpikir sejenak tentang hubungan kita…………

    Dalam kondisi seperti inipun kamu seorang wanita yang “keras” masih nampak kelembutan dalam diri yang kaku. namun kelembutan itu sepertinya tulus dan memang benar benar dari dalam hati kamu, sedalam itukah kamu mengerti aku sedangkan aku yang penuh dengan kehinaan ini.

    Aku merasa sewaktu waktu ada banyak hal yang melindungiku. namun kenapa juga aku selalu merasa kekurangan untuk berada disamping kamu.

    Aku sudah muak dengan kamu, aku sudah bosan dengan kamu dan akupun sudah tidak tahan dengan kondisi terus menerus seperti ini tanpa ada ketenangan, jalan apakah yang patuh kita tempuh.

    semua jawaban yang pernah ada dalam pikiran selalu bermacam macam ‘ga tau mana yang benar dan salah, akan tetapi rasa bosan itu selalu terus dan terus menggeliat tubuh ini.

    engkau wanita yang aku sebut ini “yie” kapan dan berapa detik lagi kita bisa menikah. aku rasa hanya jawaban itu yang patut dipertegas dalam hidup ini …….

     
  • spesial yie- 

    Hermawan Kurnianto 5:13 pm on 1,November, 2007 Permalink | Reply

     
  • Anakku di surga, apa kabarmu? 

    Hermawan Kurnianto 9:36 am on 1,October, 2007 Permalink | Reply

    Nak,
    apa kabarmu di sana? apakah kini engkau sedang bersama TUHAN? indahkah surga itu, nak? apa yang engkau lihat di sana? adakah gereja, atau masjid, atau kuil di sana? kurasa tidak ada ya, nak?

    apakah malaikat-malaikat memang berjubah putih dan bersayap? apakah para malaikat memberimu makan ketika engkau lapar? malaikat bersikap baik padamu kan, nak?

    masih ingatkah engkau apa yang kubisikkan padamu ketika tubuhmu baru selesai dimandikan dan telah dibungkus kain kafan dalam kamar rumah sakit yang di dindingnya tergantung tanda salib kayu itu?

    jangan lupakan rahasia kecil kita itu ya, nak.

    artikel ini dikutip dari salah satu blok catatan untuk ibu

     
  • Ibu nasrani, ibu juga benar 

    Hermawan Kurnianto 9:35 am on 1,October, 2007 Permalink | Reply

    Ibuku yang kucintai, jangan lagi terus-terusan engkau berdiam diri dan menjauhi menantumu itu. dia sangat baik, ibu. dia sudah banyak berkorban untukku, juga untuk ketiga cucumu.

    sudahlah ibu, bapak, dan adik-adikku, jangan lagi kalian membahas agama itu dengan kami.

    inilah yang ingin kukatakan padamu, ibu, dengan setulus hatiku: justru setelah aku menjadi muslim, maka aku makin yakin bahwa kristen, agama kalian, tidak salah.

    ibu, istriku tak pernah bilang apa-apa padaku soal sikapmu ini. tapi kutahu, hatinya pasti menangis.

    sudahlah ibu, bicaralah dengannya.

    artikel ini dikutip dari catatan untuk ibu

     
  • Karena TUHAN lebih mencintaimu 

    Hermawan Kurnianto 9:33 am on 1,October, 2007 Permalink | Reply

    Anakku di surga,
    betul yang dikatakan bundamu; TUHAN lebih mencintaimu daripada cintaku padamu. maafkan aku.

    kusadari kesalahanku kala itu. aku tidak memberi perhatian dan kasih sayang ketika engkau dalam kandungan. bundamu sering memintaku sembahyang, tapi aku larut menulis di depan komputer jahanam ini. “salat dulu kau sekarang, aku ingin lihat kau salat, ini mungkin permintaan bayi kita,” kata bundamu.

    “sebentar lagi,” kataku. “kalau sebentar lagi aku sudah tidur. aku justru ingin melihatmu sedang salat,” pinta bundamu. tapi aku tidak melakukannya.

    dan setelah maut menjemputmu, bundamu berkata sambil menangis meraung-raung: “kautahu kenapa anak kita mati? karena ALLAH lebih sayang dia daripada sayangmu padanya. kau lebih mencintai pekerjaanmu, idealismemu, kameramu, tulisanmu ….”

    aku sudah menyadarinya, anakku. maafkan aku.

    artikel ini sengaja dikutip dari blog tertentu

     
  • Cukuplah tiga kali perutmu dibelah 

    Hermawan Kurnianto 9:32 am on 1,October, 2007 Permalink | Reply

    Engkau menyabung nyawa demi mereka yang kita cintai. tiga kali sudah kau berdarah-darah; tiga kali perutmu dibelah; tiga kali kita harus berutang sana-sini demi menebus bayi kita dari rumah sakit.

    istriku, cukuplah sudah penderitaanmu itu. aku akan menahan nafsuku untuk tidak lagi menghamilimu. walau dokter bilang masih ada kesempatan sekali lagi, tapi kutakmau lagi. aku tidak tega.

    kita besarkan sajalah kedua anak ini; semoga TUHAN memberi mereka kesehatan dan membiarkan mereka hidup lebih lama bersama kita.

     
c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
esc
cancel