Updates from January, 2008 Hide threads | Keyboard Shortcuts

  • JENDELA RUMAH SAKIT 

    Hermawan Kurnianto 12:37 am on 26,January, 2008 Permalink | Reply

    Dua orang pria, keduanya menderita sakit keras, sedang dirawat di sebuah kamar rumah sakit. Seorang diantaranya menderita suatu penyakit yang mengharuskan duduk di tempat tidur selama satu jam di setiap sore untuk mengosongkan cairan dari paru-parunya. Kebetulan, tempat tidurnya berada tepat di sisi jendela satu-satunya yang ada di kamar itu.

    Sedangkan pria yang lain harus berbaring lurus di atas punggungnya.

    Setiap hari mereka saling bercakap-cakap selama berjam-jam. Mereka membicarakan istri dan keluarga, rumah, pekerjaan, keterlibatan mereka di ketentaraan, dan tempat-tempat yang pernah mereka kunjungi selama liburan.

    Setiap sore, ketika pria yang tempat tidurnya berada dekat jendela di perbolehkan untuk duduk, ia menceritakan tentang apa yang terlihat di luar jendela kepada rekan sekamarnya. Selama satu jam itulah, pria kedua merasa begitu senang dan bergairah membayangkan betapa luas dan indahnya semua kegiatan dan warna-warni indah yang ada di luar sana.

    “Di luar jendela, tampak sebuah taman dengan kolam yang indah. Itik dan angsa berenang-renang cantik, sedangkan anak-anak bermain dengan perahu-perahu mainan. Beberapa pasangan berjalan bergandengan di tengah taman yang dipenuhi dengan berbagai macam bunga berwarnakan pelangi. Sebuah pohon tua besar menghiasi taman itu. Jauh di atas sana terlihat kaki langit kota mempesona. Suatu senja yang indah”

    Pria pertama itu memceritakan keadaan di luar jendela dengan detail, sedangkan pri yang lain berbaring memejamkan matanya membayangkan semua keindahan pemandangan itu. Perasaan menjadi lebih tenang, dalam menjalani kesehariaanya di rumah sakit itu. Semangat hidupnya menjadi lebih kuat, percaya dirinya bertambah.

    Pandangan-pandangan yang tidak dapat ia lihat semakin nampak jelas melalui hati pria kedua melalui apa yang diucapkan oleh pria pertama.

    Begitulah seterusnya, dari hari ke hari. Dan, satu minggu pun berlalu.

    Suatu pagi, perawat datang membawakan sebaskom air hangat untuk mandi. Ia mendapati ternyata pria yang berbaring di dekat jendela itu telah meninggal dunia dengan tenang dalam tidurnya. Perawat itu menjadi sedih lalu memanggil perawat lain untuk memindahkanya ke ruang jenazah. Kemudian pri yang kedua ini meminta pada perawat agar ia bisa dipindahkan ke tempat tidur di dekat jendela itu. Perawat itu menuruti kemauannya dengan senang hati. Ketika semuanya selelsai, ia meninggalkan pria tadi seorang diri dalam kamar.

    Dengan perlahan dan kesakitan, pria ini memaksakan dirinya untuk bangun. Ia ingin sekali melihat keindahan dunia luar melalui jendea itu. Betapa senangnya, akhirnya ia bisa melihat sendiri dan menikmati semua keindahan itu. hatinya tegang, perlahan ia menjengukkan kepalanya ke jendela di samping tempat tidurnya. Apa yang dilihatnya ? Ternyata, jendela itu menghadap ke sebuah TEMBOK KOSONG !!!!

    Ia berseru memanggil perawat dan menanyakan apa yang membuat teman pria yang sudah wafat tadi bercerita seolah-olah melihat semua pemandangan yang luar biasa indah di balik jendela itu. Perawat itu menjawab bahwa sesungguhnya pria tadi adalah seorang yang buta bahkan tidak bisa melihat tembok sekalipun.

    “Barangkali ia ingin memberimu semangat hidup” kata perawat itu.

    Nah sekarang apa yang dapat kita pelajari dengan cerita diatas ?
    Kita percaya, setiap kata selalu bermakna bagi setiap orang yang mendengarkannya. Setiap kata, adalah layaknya pemicu, yang mampu menelisik sisi terdalam hati manusia, dan selalu memacu dan memicu kita untuk menggerakkan setiap anggota tubuh kita, dalam berpikir, dan bertindak.

    Kita percaya, dalam kata-kata, tersimpan kekuatan yang sangat kuat. Dan kita telah sama-sama melihatnya dalam cerita tadi. Kekuatan kata-kata, akan selalu hadir pada kita yang percaya.

    Kita percaya, kata-kata yang santun, sopan, penuh dengan motivasi, bernilai dukungan, memberikan kontribusi positif dalam setiap langkah manusia. Ujaran -ujaran yang bersemangat, tutur kata yang membangun, selalu menghadirkan sisi terbaik dalam hidup kita. Ada hal-hal yang mempesona saat kita mampu memberikan kebahagiaan kepada orang lain. Menyampaikan keburukan, sebanding dengan setengah kemuraman, namun, menyampaikan kebahagiaan akan melipatgandakan kebahagiaan itu sendiri.

    Ingatlah “Jika anda membuat seseorang bahagia hari ini, anda juga membuat dia berbahagia dua puluh tahun lagi, saat ia mengenang peristiwa itu”.

     
  • CERMIN POSITIF 

    Hermawan Kurnianto 12:35 am on 26,January, 2008 Permalink | Reply

    Mengkritik itu mudah, karena melihat kesalahan orang lain itu gampang. Namun kritik yang didasari oleh mencari-cari kesalahan orang lain tak mungkin dapat mempermudah keadaan. Anda tak perlu menghabiskan waktu dan tenaga anda untuk menilai apakah orang lain telah berbuat salah atau benar. karena itu sangat mudah! yang sulit adalah melihat kesalahan diri sendiri. Waspadailah bila anda begitu pandai mengkritik. Jangan-jangan anda tak mampu lagi melihat kebenaran. Dan sebuta-butanya orang adalah mereka yang tak bisa menangkap cahaya kebenaran.

    Sekali anda gembira bisa menemukan sebutir debu kesalahan orang lain, anda tergoda untuk mendapatkan yang sebesar kerikil, begitu seterusnya. Hingga tanpa sadar anda telah menciptakan gunung kesalahan orang. Orang tak pernah suka berkaca pada cermin yang memantulkan kekurangan wajahnya. Maka dari itu janganlah anda menjadi bayangan atas kesalahan orang lain. Bantulah mereka menemukan sisi positif diri mereka. Di saat itu pula orang lain akan memantulkan sisi baik anda sendiri.

    Ingatlah “karena manusia cinta akan dirinya, tersembunyilah baginya aib dirinya; tidak kelihatan olehnya walaupun nyata. Kecil di pandangnya walaupun bagaimana besar”

     
  • Apakah artinya ini……….. 

    Hermawan Kurnianto 7:26 pm on 1,November, 2007 Permalink | Reply

    Seorang wanita sedang menunggu di bandara pada suatu malam sedangkan masih Ada beberapa jam sebelum schedule keberangkatannya tiba. Untuk membuang waktu,ia membeli buku dan sekantong kue di salah satu toko di bandara itu, lalu menemukan tempat untuk duduk. (More …)

     
  • Benarkah emansipasi kerja baik buat lelaki dan perempuan 

    Hermawan Kurnianto 6:23 pm on 1,November, 2007 Permalink | Reply

    Apa itu emansipasi kerja……….!!!!!

    wanita tetap wanita, kadang pikiran ini juga muncul dari dalam pikiran kita, kenapa dalam penerimaan kerja wanita sekarang lebih diunggulkan dari pada pria, ataukah hanya sebagai penarik perhatian saja, ataukah memang dunia sudah mau kiamat hingga banyak wanita dari pada prianya. tapi apa waktu kerja, mereka toh juga lebih di istimewakan dari pada pria. apakah ini yang disebut emansipasi, ataukah hanya sang pemihak aja yang kurang mengerti apa itu emansipasi…………….

    gak taulah pusing kalo ada komentar ya silahkan masuk saja… monggo mlebet ten mriki

     
  • Anakku di surga, apa kabarmu? 

    Hermawan Kurnianto 9:36 am on 1,October, 2007 Permalink | Reply

    Nak,
    apa kabarmu di sana? apakah kini engkau sedang bersama TUHAN? indahkah surga itu, nak? apa yang engkau lihat di sana? adakah gereja, atau masjid, atau kuil di sana? kurasa tidak ada ya, nak?

    apakah malaikat-malaikat memang berjubah putih dan bersayap? apakah para malaikat memberimu makan ketika engkau lapar? malaikat bersikap baik padamu kan, nak?

    masih ingatkah engkau apa yang kubisikkan padamu ketika tubuhmu baru selesai dimandikan dan telah dibungkus kain kafan dalam kamar rumah sakit yang di dindingnya tergantung tanda salib kayu itu?

    jangan lupakan rahasia kecil kita itu ya, nak.

    artikel ini dikutip dari salah satu blok catatan untuk ibu

     
  • Ibu nasrani, ibu juga benar 

    Hermawan Kurnianto 9:35 am on 1,October, 2007 Permalink | Reply

    Ibuku yang kucintai, jangan lagi terus-terusan engkau berdiam diri dan menjauhi menantumu itu. dia sangat baik, ibu. dia sudah banyak berkorban untukku, juga untuk ketiga cucumu.

    sudahlah ibu, bapak, dan adik-adikku, jangan lagi kalian membahas agama itu dengan kami.

    inilah yang ingin kukatakan padamu, ibu, dengan setulus hatiku: justru setelah aku menjadi muslim, maka aku makin yakin bahwa kristen, agama kalian, tidak salah.

    ibu, istriku tak pernah bilang apa-apa padaku soal sikapmu ini. tapi kutahu, hatinya pasti menangis.

    sudahlah ibu, bicaralah dengannya.

    artikel ini dikutip dari catatan untuk ibu

     
  • Karena TUHAN lebih mencintaimu 

    Hermawan Kurnianto 9:33 am on 1,October, 2007 Permalink | Reply

    Anakku di surga,
    betul yang dikatakan bundamu; TUHAN lebih mencintaimu daripada cintaku padamu. maafkan aku.

    kusadari kesalahanku kala itu. aku tidak memberi perhatian dan kasih sayang ketika engkau dalam kandungan. bundamu sering memintaku sembahyang, tapi aku larut menulis di depan komputer jahanam ini. “salat dulu kau sekarang, aku ingin lihat kau salat, ini mungkin permintaan bayi kita,” kata bundamu.

    “sebentar lagi,” kataku. “kalau sebentar lagi aku sudah tidur. aku justru ingin melihatmu sedang salat,” pinta bundamu. tapi aku tidak melakukannya.

    dan setelah maut menjemputmu, bundamu berkata sambil menangis meraung-raung: “kautahu kenapa anak kita mati? karena ALLAH lebih sayang dia daripada sayangmu padanya. kau lebih mencintai pekerjaanmu, idealismemu, kameramu, tulisanmu ….”

    aku sudah menyadarinya, anakku. maafkan aku.

    artikel ini sengaja dikutip dari blog tertentu

     
  • Cukuplah tiga kali perutmu dibelah 

    Hermawan Kurnianto 9:32 am on 1,October, 2007 Permalink | Reply

    Engkau menyabung nyawa demi mereka yang kita cintai. tiga kali sudah kau berdarah-darah; tiga kali perutmu dibelah; tiga kali kita harus berutang sana-sini demi menebus bayi kita dari rumah sakit.

    istriku, cukuplah sudah penderitaanmu itu. aku akan menahan nafsuku untuk tidak lagi menghamilimu. walau dokter bilang masih ada kesempatan sekali lagi, tapi kutakmau lagi. aku tidak tega.

    kita besarkan sajalah kedua anak ini; semoga TUHAN memberi mereka kesehatan dan membiarkan mereka hidup lebih lama bersama kita.

     
c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
esc
cancel